default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Fahri Hamzah Nilai Wacana Pemindahanan Ibu Kota, Sangat Tidak Masuk Akal

Fahri Hamzah Nilai Wacana Pemindahanan Ibu Kota, Sangat Tidak Masuk Akal
Peristiwa Nasional
Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah saat ditemui wartawan di gedung DPR-MPR RI Jakarta, Rabu (21/8/2019)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai wacana rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota sangat tidak masuk akal.

Dia mengkritik untuk memindahkan ibu kota banyak undang-undang yang harus diubah bahkan jumlahnya puluhan,Sehingga prosesnya akan sangat panjang.

"(Pindah ibu kota) Dia harus berupa undang-undang, tapi undang-undang yang diubah banyak, ada puluhan undang-undang yang harus diubah gara-gara ini. Dan itu harus datang ke DPR-nya, bawa undang-undang, naskah akademiknya, nanti DPR sosialisasikan ke masyarakat, masyarakat terima apa nggak, panggil para pakar. Ini panjang ceritanya. Maka nyaris perpindahan ibu kota tidak masuk akal," paparnya di Kompleks DPR-MPR RI Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Lebih lanjut, Fahri mengatakan yang mesti dipindah ialah kantor pemerintahnya saja,dia mengatakan Sementara, simbol negara seperti Istana tetap dan pusat ekonomi tetap di Jakarta, Hal itu sebagaimana konsep Presiden Soeharto.

"Makanya saya bilang, jangan pindah ibu kota, pindahkan lokasi kantor pemerintah aja. Itu yang saya bilang, dulu Pak Harto mau pindahin ke Jonggol, bukan pindahin ibu kota, pindahin kantor pemerintahan," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memohon izin kepada seluruh peserta sidang dan rakyat Indonesia dalam Sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)  untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

Tidak hanya itu, pada pidato kenegaraan di Dewan Pimpinan Daerah itu , Jokowi meminta ridho kejadirat Allah SWT dan para sesepuh dan tokoh bangsa untuk melakukan pemindahan ibu kota negara. 

"Pada kesempatan yang bersejarah ini. Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," kata Jokowi di Gedung Nusanatara I, Komplek Parlemen, Jumat (16/8/2019).


Kontributor : Anas
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar