default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Bambu Runcing Senjata Perang 10 November Ternyata Dipasok dari Blitar

Bambu Runcing Senjata Perang 10 November Ternyata Dipasok dari Blitar
Peristiwa Daerah
Muhammad Haikal Asfari cucu ke 7 KH Abu Mansur.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BLITAR - Tidak banyak yang tahu ternyata bambu runcing yang digunakan bertempur melawan tentara sekutu pada 10 November 1945 ternyata bukan dari daerah Surabaya melainkan didatangkan dari Blitar.

Hal tersebut disampaikan, Muhammad Haikal Asfari cucu ke 7 KH Abu Mansur saat ditemui awak media di Pondok Pesantren Nurul Huda Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Minggu (10/11/2019).

Diceritakannya, pembuatan bambu runcing oleh KH Mansyur diawali oleh adanya isyaroh dari KH Subuki dan Kiai Sumihardo dari Parakan Temanggung Jawa Tengah yang terkenal sebagai pencetus pertama bambu runcing.

Mendapatkan isyaroh tersebut kemudian KH Mansyur pun mulai mengumpulkan bambu runcing.

"Kiai Subkhi membuat bambu runcing untuk daerah Jateng, sementara Kiai Mansyur membuat bambu runcing untuk Surabaya," kata Haikal, Minggu (10/11/2019).

Gus Haikal sapaan akrabnya juga mengatakan, di halaman rumah KH Manshur yang berada di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanan Kulon dulunya dijadikan sebagai pusat penggemblengan pasukan hizbullah dan senjata geranggang atau bambu runcing.

"Persenjataan disepuhkan dan diisi oleh Kiai Mansyur yang juga guru dari Gus Maksum (Pendiri Pagar Nusa) dan saudara dari KH Abdul Karim Pendiri Ponpes Lirboyo," jelasnya.

Ia juga menambahkan, proses penyepuhan bambu runcing adalah dengan cara bambu runcing dikumpulkan dan diberi nama-nama sesuai pemiliknya kemudian dibacakan doa kepada Allah SWT agar bambu runcing tersebut dapat memiliki kekuatan luar biasa.

"Bahkan ribuan pejuang yang akan berjuang di medan perang berjejer dan berbaris untuk disuwuk oleh Kiai Mansyur terlebih dahulu," ucapnya.

Ia juga mengatakan sebelum pasukan pasukan hizbullah berangkat perang ke Surabaya, para pasukan hizbullah berendam dulu di kolam yang ada di Pondok Pesantren Nurul Huda Kuningan.

"Bahkan Bung Tomo beserta pasukannya pernah sowan ke kediaman Kiai Mansur untuk diisi kekebalan, serta memohon doa restu untuk berjuang di medan perang," pungkasnya.


Kontributor : Nanang Habibi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar